Membersihkan wajah sudah menjadi rutinitas harian yang tidak boleh terlewatkan. Dalam tahapan double cleansing, cleansing oil dan cleansing balm sering digunakan sebagai first cleanser untuk membantu mengangkat makeup, sunscreen, minyak, hingga kotoran yang menempel di wajah.
Sekilas, kedua produk ini terlihat mirip karena sama-sama berfungsi membersihkan kulit wajah secara menyeluruh. Namun ternyata, cleansing oil dan cleansing balm memiliki perbedaan dari segi tekstur, cara penggunaan, hingga sensasi yang diberikan pada kulit.
Lalu, apa saja perbedaan cleansing oil dan cleansing balm? Yuk, simak penjelasannya satu per satu.
Mengenal Cleansing Oil
Cleansing oil merupakan pembersih wajah berbasis minyak dengan tekstur cair yang ringan. Produk ini biasanya dikemas dalam botol pump sehingga praktis digunakan. Cara pakainya pun cukup mudah, yaitu dengan menekan pump secukupnya ke telapak tangan lalu mengaplikasikannya secara merata ke seluruh wajah sambil melakukan pijatan ringan.
Cleansing oil ini bisa diaplikasikan secara langsung pada wajah dalam kondisi kering atau tidak basah. Setelah diratakan ke seluruh wajah, kamu perlu membilasnya dengan air. Saat bercampur dengan air, teksturnya akan berubah menjadi lebih milky. Proses ini membantu membersihkan kulit tanpa meninggalkan rasa lengket maupun residu di wajah.
Cleansing oil efektif membantu mengangkat kotoran, minyak berlebih, sunscreen, hingga sisa makeup ringan dari pori-pori tanpa membuat kulit terasa kering atau tertarik. Oleh karena itu, cleansing oil umumnya cocok digunakan oleh pemilik kulit berminyak. Namun, pemilik kulit normal maupun kombinasi juga tetap dapat menggunakannya sesuai kebutuhan kulit.
Meski praktis digunakan sehari-hari, sebagian orang menganggap kemasan cleansing oil berbentuk botol pump kurang nyaman dibawa bepergian karena berisiko tumpah atau tercecer.
Mengenal Cleansing Balm
Sama seperti cleansing oil, cleansing balm juga merupakan pembersih wajah berbasis minyak. Bedanya, cleansing balm memiliki tekstur yang lebih padat dan umumnya dikemas dalam bentuk jar.
Cara penggunaannya pun cukup mudah, yaitu dengan mengambil produk menggunakan jari atau spatula lalu mengoleskannya secara merata ke seluruh wajah sambil dipijat perlahan. Saat terkena suhu kulit, tekstur cleansing balm akan berubah menjadi minyak dan meleleh sehingga lebih mudah membersihkan wajah.
Cleansing balm juga dapat diaplikasikan pada wajah dalam kondisi kering. Produk ini memiliki kemampuan membersihkan yang cukup maksimal untuk membantu mengangkat kotoran, sunscreen, hingga sisa makeup yang lebih berat tanpa meninggalkan residu maupun membuat kulit terasa kering. Oleh karena itu, cleansing balm umumnya cocok digunakan oleh pemilik kulit kering.
Dari segi kemasan, cleansing balm dianggap lebih praktis untuk dibawa bepergian karena menggunakan wadah jar yang tertutup sehingga tidak mudah tumpah. Namun, penggunaannya tetap perlu diperhatikan karena kemasan jar lebih berisiko terpapar udara atau terkontaminasi air apabila tidak disimpan dengan baik.
Jadi, Mana yang Lebih Baik?
Pada dasarnya, cleansing oil maupun cleansing balm sama-sama efektif digunakan sebagai first cleanser untuk membantu membersihkan wajah secara menyeluruh. Perbedaannya terletak pada tekstur, cara penggunaan, serta kenyamanan saat digunakan di kulit.
Jika kamu lebih menyukai tekstur cair dan ringan, cleansing oil bisa menjadi pilihan yang cocok. Sementara itu, cleansing balm dapat dipilih apabila kamu menyukai tekstur yang lebih padat dengan kemampuan membersihkan makeup yang lebih maksimal.
Oleh karena itu, baik cleansing oil maupun cleansing balm dapat dipilih sesuai kebutuhan, jenis kulit, serta kenyamanan masing-masing saat digunakan.
Semoga informasi ini bisa membantu kamu untuk memilih first cleanser yang paling sesuai untuk kulit.
Recent Comments